Asrika

Book Review : Show Your Work!

6:36 AM Asrika Vitawati 0 Comments Category :


And here is the second book. Menceritakan tenting mempublikasikan karma kit. Tunjukan saga, di zaman keterbukaan ini, semua orang punya kesempatan sama untuk jadi hebat. Jangan menyembunyikan proses kreatifmu. Undang orang-orang untuk melihatnya.


Menciptakan sesuatu adalah proses panjang, tak menentu. Seorang pencipta harus menunjukan karyanya. Pikirkan proses, bukan hasil. “Kebanyakan orang cuma melihat pencapaiannya saja. Mereka tidak pernah peduli pada tahap yang kita lalui untuk mencapai hasil itu.” – M. Jackson. Karya adalah semua yang terjadi hari itu. Itulah prose’s bukan suatu benda.



Kretivitas bukan bakat, melainkan cara kerja.” – John C. Agar ditemukan, kamu harus mudah ditemukan. Menurut Austin, cara mudah untuk menyebarkan karyamu dan menjadikannya gampang ditemukan adalah dengan berfokus menjadi ahli di bidangmu.


Temukan satu scenius. "Berikan yang kamu punya. Bagi seseorang, bisa jadi itu berguna baginya melebihi dugaanmu." - Henry W.L. banyak mitos desktruktif mengenai kreativitas, salah satu yang paling membahayakan adalah mitos "genius penyendiri" : seseorang manusia dengan bakat luar biasa yang muncul tiba-tiba, tanpa sumber pengaruh atau pendahulu, terhubung langsugng dengan Tuhan atau Sang Pemberi Ilham. 


Kita semua takut dianggap amatir. Apa, sih arti amatir sebenarnya? Mereka adalah orang yang melakukan sesuatu atas dasar kesenangan, memperjuangkan karya dengan semangat cinta, tanpa menghiraukan potensi kesohoran, uang atau karier. Lihat para ahli berjuang, masukkan satu amatir. Keluarlah dari standarmu,abaikan kesempurnaan, lebih cintailah sesuatu.


Dengan mengesampingkan ego dan berbagi proses, kita membuka kemungkinan bagi orang-orang untuk terus terhubung dengan kita dan karya kita sehingga membantu promosi produk lebih jauh. Berbagi adalah tindakan murah hati-kamu mempublikasikan sesuatu karena menurutmu bermanfaat atau menghibur seseorang di luar sana. 


Cara menjadi unik langkah pertama adalah berhenti mencoba. Saat berbagi selera dan sumber pengaruh, beranikan diri mengakuinya. Jangan menyerah pada tekanan untuk terlalu mengoreksi diri. Berempatilah kepada pendengarmu. Siaplah ditatap bingung. Siaplah ditanya lebih lanjut. Jawablah dengan sopan dan sabar. Jadilah teman yang baik untuk semua orang, lihat, dengarkan, belajarlah cara bekerja dengan pemikiran orang lain. Beri pengakuan dan berusahalah!


Berkaryalah lebih banyak untuk diri sendiri. Orang-orang yang mencapai tujuan sering kali kuat bertahan. Sangatlah penting untuk tidak berhenti di tengah jalan. Kamu tak bisa memastikan kesuksesan, hanya membuka kemungkinan untuk itu, lalu siap melompat dan maju ketika saatnya tiba. Gabungkan ini semua dan kamu dapat cara kerja yang Austin sebut dengan tancap gas. Tancap gas adalah cara keren untuk maju terus, tetapi di satu titi, kamu bisa saja jenuh dan perlu menyeimbangkan hidup. 


Ketika merasa cukup menguasai sesuatu, sudah waktunya berganti arus dan menemukan hal baru untuk dipelajari supaya kamu bisa maju. Kamu tak boleh puas dengan jadi ahli, dorong dirimu untuk jadi pemula lagi. Dokumentasikan perkembanganmu, lalu bagikan prosesnya supaya orang lain bisa belajar bersamamu. Tunjukan karyamu, dan ketika orang yang tepat muncul, amati mereka baik-baik, karena banyak yang akan mereka perlihatkan kepadamu.



RELATED POSTS

0 komentar