Asrika

Sore ini cerah dan aku suka

1:14 PM Asrika Vitawati 0 Comments Category :

Cahaya kecil berlarian sore ini. Ibarat usia, muda nya mengalahkan sinar yang terang. Kakinya yang kecil sempat tak sanggup lagi untuk berlari kesana kemari. Keyakinan di setiap langkahnya itu yang membuatku tersenyum lebar. Detik-detik dia akan terjatuh sempat aku khawatirkan. Tapi cahaya kecil itu terus bergerak dan terus mencoba berpindah-pindah. Seolah-olah aku tak memperhatikannya, padahal ia selalu murung beberapa pekan ini. Gelap nya langit membuat si kecil enggan berjalan lagi. Sempat sesekali aku ikut jatuh, tanahnya bau hujan. Membuatku kotor. Cukup lama jatuh, aku hanya terdiam, seperti melihat sosok yang sudah pudar. Sampai aku tak ingat rupa nya lagi.

Kemarin, aku mengenakan rok dibawah lutut berwarna biru. Cahaya kecil sempat mengikuti, tapi dia tiba-tiba bersembunyi. Aku tertawa kecil. "Dimanapun kau bersembunyi, tenang saja, aku pasti menemukanmu!" kataku pelan.

Lalu aku mengambil seiris mentari. Nampaknya keliatan tidak segar, tidak seperti biasanya. Aku sedih sedikit saja. Kemudian aku hiraukan, dan menyimpannya di dalam awan. Cahaya kecil berbisik, "Biarkan dia tinggal disana, sekarang lah saatnya kau yang harus disimpan." Aku kaget. Mau dikemanakan aku?

Kemudian cahaya kecil menunjukan jalan petak yang luar biasa sempitnya. Aku tak bisa nafas. Tak ada sedikit pun oksigen selama perjalanan. Aku mulai merasakan dunia yang aneh, mistis dan sedikit menyeramkan. Aku ingin kembali, kembali ke sore yang cerah itu. Sore yang aku suka. Disini membuatku tidak nyaman. Tolong aku! Kembalikan aku!

Hingga akhirnya aku tak sadar lagi untuk waktu yang mungkin cukup lama. Kemudian aku senang, karena aku kembali ke sore itu. Dengan senyum yang sedikit aku paksakan, karena aku masih saja linglung. "Kemana cahaya kecil?" tanyaku pada diriku sendiri.

Aku berdiri dan membenarkan rok clock yang aku kenakan. Sudah banyak tanah yang menempel di rok ini. Sepintas aku melihat cahaya kecil dan mentari. Aku mengejar dan berlari ke arah yang sama. Sayang sekali, aku kalah. Aku tak bisa menyusul mereka. Terlalu jauh dan cepat sekali mereka terbang.

Aku berbalik arah, dan berlari lagi menuju sore itu yang cerah. Namun, setelah 2 meter aku tersandung batu. Hingga akhirnya tak sadarkan diri.

RELATED POSTS

0 komentar