Asrika

Ceritaku Untuk Gerimis

11:27 PM Asrika Vitawati 0 Comments Category :

Waktu menunjukan pukul 5.19 pagi. Aku terbangun karena mendengar nada masuk pesan di handphone. Pagi-pagi sekali seseorang membangungkanku, padahal aku tau ini hari minggu. Dengan mata masih terkantuk-kantuk aku membaca pesan singkat itu. Ternyata temanku mengajaku lari pagi. Awalnya berat rasanya badan ini untuk singgah ke kamar mandi, tapi karena dorongan kuat untuk hidup sehat, akhirnya berhasil juga menyeret badanku sendiri. Setelah siap, aku pergi, aku keluar rumah dan tersadar cuaca mendung. Tapi demi hidup sehat lagi, aku hiraukan si mendung itu. Aku berangkat dan akhirnya bertemulah dengan temanku itu. Setelah 15 menit kurang lebih, sampai juga di Jogging Track Sabuga. Cuaca emang gerimis dan sedikit mendung. Tapi banyak banget orang berolahraga. Oke, ini memang kali pertama aku lari di Jogging Track semasa kuliah. Aku lupa kapan terakhir aku lari disini. Aku lihat sekitar, banyak muda mudi cantik-cantik dan tampan-tampan yang semangat berlari. Mereka mengenakan jaket olahraga bermerek, sepatu running mahal (nampaknya), sambil mendengarkan musik melalui handsfreenya. Duh gaya banget deh keliatannya. 5 menit pemanasan, jalan santai 1 putaran, terus di lanjut jogging. Baru 2 puteran rasanya nafas hampir pergi. Efek ga biasa olahraga. Lanjut satu putaran lagi. Sampai akhirnya aku berhenti dan duduk untuk beristirahat.

Kemudian aku memperhatikan wanita-wanita di sekitar arena jogging tersebut. Ada yang benar-benar lari, ada yang pura-pura lari, ada yang gaya-gaya an lari. Katanya running lagi ngehits nih. Dengan sepatu New Balance, Nike, Addidas, dan merek-merek ternama lainnya. Rasanya mereka keren banget. Tapi keren secara penampilan.  Saat lari, yaaaa ... gitu deh. Dan setelah diliat-liat, penampilan mereka mirip-mirip. Sometimes you wanna be a hits person, but in fact, you're too mainstream dude.

Lagi santai duduk di kursi panjang samping jogging track, terdapatlah segerombolan cewe-cewe, keliatan dari wajahnya sih bisa disebut 'mba-mba' , sekitar 22 - 28 tahunan. Mereka sama-sama istrahat. Enam cewe berkerudung dan satu cowo dengan kepala hampir botak. Setelah beberapa menit, kemudian salah satu diantara mereka berusul untuk foto-foto.

"Foto yu!", ajak salah satu wanita.
"Yuuuuk!", teman lain menjawab.

Keributan sempat terjadi dalam beberapa menit. Posisi handphone disimpan di bawah lantai dengan bersandarkan tiang. Tak lupa self timer dinyalakan. Yang bikin heboh, mereka bergaya dilantai. Posisi kaki menekuk seperti sujud, kepala menghadap kamera, kedua tangan di dagu seperti cherry bell. Posisi berjajar. Gelak tawa mereka tak henti saat itu. Spontan beberapa orang yang lewat memperhatikannya.

Setelah beberapa menit, mereka bubar. Dan aku pulang. 

RELATED POSTS

0 komentar