Asrika

Ketika Langit Tak Hanya Lagi Biru

12:54 PM Asrika Vitawati 0 Comments Category :

Sore itu, aku melangkahkah kan kaki secepat mungkin, aku biarkan peralatan solatku tergeletak dilantai. Menaiki 7 buah anak tangga yang terbuat dari kayu. Aku buka pintu atau bahkan jendela karena terbuat dari sisa jendela rumah yang hanya berukuran 60 cm X 100 cm. Udara petang sempat merasuki paru-paruku. Langit sore itu tak lagi biru. Langit yang penuh warna. Seperti suara yang bercampur dengan tinta-tinta pulpenku. Kumpulan angin berambah kemana-mana sampai rambutku kesana-kemari mengikuti jejak sang angin. Aku tidak peduli. Aku terus memandang ke arah langit. Langit yang indah karena aku tau mereka, aku, kamu dan kita adalah ciptaan -Nya. Betapa indahnya semua yang Ia ciptakan. Namun aku sempat melirik ke arah kanan. Aku melihat si pembuat signal TV mengarah ke kumpulan warna. Aku heran. Nampak aneh. Namun lagi-lagi aku tidak peduli. Aku berlalu. Sampai akhirnya suara adzan terdengar, karna aku tau rumah-Mu depan rumahku. Aku pergi dari loteng. Menuruni anak-anak tangga dan mengambil air wudhu.





RELATED POSTS

0 komentar