Asrika

Akhirnya Aku Dipertemukan

6:18 PM Asrika Vitawati 0 Comments Category :

Sayup-sayup angin sore itu sampai ke telinga. Aku mendengar ramainya jalanan depan rumahku. Ah anak-anak seperti biasanya berlarian saling mengejar. Aku baru saja membuka mata dari beberapa jam. Layu dan sayu. Tetap saja harus berdiri. Seperti biasa, bergegas ambil air untuk menyembah-Nya. Sore itu hal aneh aku rasakan. Karna paginya aku baru saja tertusuk. Terkejut. Kaget. Dan Kesal. Mengetahui ternyata sosok yang ada di balon mimpi itu sepertinya sudah punya si pengisi hati. Ternyata ini jalan yang di gariskan Engkau. Aku dibukakan mata walau tanpa kacamata minusku itu. Aku diperdengarkan sebuah kenyataan. Sampai akhirnya aku harus mengerti dan ikhlas menjalani. Sudah sejak dari tadi aku mondar-mandir. Lalu lalang di koridor. Menatap awan yang biru dan terik cahaya sang raja siang. Kamu tau rasanya tentang si merah muda ? Rasanya seperti paku itu sudah hampir menusuk kedalamnya. Walaupun ada strerofoam yang menahan, namun tetap saja rasa tusuknya masih ada. Walau sedikit. Aku sudah tak melihat lagi si raja siang. Ia sudah siap-siap di tempat tidurnya, dan mencari pengganti yaitu sang rembulan untuk berjaga. Suami nya menghampiri dan berkata. Sedikit mengajak. Keluar rumah bersama mereka. Lalu kami pergi ke arah timur. Banyak sekali mesin beroda di jalanan. Penuh. Sesak. Jarum jam menuju ke angka tujuh. Putar arah dan belok kiri. Kami sampai. Masuk dan duduk. Lalu aku menunjuk. Tenderloin Steak pilihanku. Dan tiba-tiba ada satu jenis kalimat yang sudah tak asing di mataku. Aku tersenyum senang. Aku girang tak tertahankan. Heran mereka padaku. Aku menunjuk dan mulai menulis. Menuliskan pula untuk yang lainnya. Memberikan lagi kepada pria di ujung sana yang berdiri siap menunggu kertasku. Yang aku tulis datang. Ah terimakasih, aku dipertemukan dengan Milk Green Tea Ice. Favoritku. Aku rindu mencicipinya. Pertemuan pertama menghasilkan pertemuan kedua, dan ini entah pertemuan keberapa aku dengan dia. Yang pasti bukan pertemuan rapat. Pertemuan kali ini sungguh romantis. Walau sedikit miris. Aku tak ingat dengan penyakit si merah muda. Namun satu yang aku ingat, aku belum sempat dan mungkinkah akan bertemu dengan si Jaket Keras nan Lembut. Tapi, sudahlah. Aku sudah ikhlas. Lagi-lagi ikhlas. Susah memang, namun harus dilalui. Luapan girang bertemu dengan Milk Green Tea Ice di cafe itu membuatku mulai mengikhaskan ia perlahan. Aku lupa. Bagus. Takdir Tuhan memang selalu baik. Tinggal kita terima dan tetap berusaha. Terimakasih Milk Green Tea Ice. XOXO



RELATED POSTS

0 komentar